Amalan Jumat Terakhir Bulan Rajab yang Dianjurkan, Penuh Keberkahan dan Sayang Kalau Dilewatkan
Bulan Rajab itu ibarat “pemanasan spiritual” sebelum masuk ke Ramadan, dan Jumat terakhirnya sering dianggap sebagai momen yang spesial banget oleh banyak umat Islam.
Bukan karena ada dalil super tegas yang mewajibkan ritual tertentu, tapi lebih karena atmosfernya yang beda: rasanya lebih adem, lebih sakral, dan bikin banyak orang pengin nge-upgrade ibadahnya.
Makanya, pencarian soal amalan Jumat terakhir bulan Rajab selalu rame tiap tahun. Orang-orang pengin tahu: “Ini hari istimewa, terus gue harus ngapain biar nggak zonk?”
Nah, di sinilah mindset-nya penting — bukan soal ritual mistis, tapi soal memaksimalkan kesempatan buat jadi versi diri yang lebih baik.
Secara santai, kamu bisa lihat Jumat terakhir Rajab kayak “checkpoint iman.” Banyak orang mulai refleksi: “Selama Rajab gue ngapain aja? Masih sering males salat? Masih kebanyakan scroll TikTok dibanding zikir?”
Jadi, amalan yang paling relevan sebenarnya simpel tapi dalem: memperbanyak istighfar, salat sunnah, baca Al-Qur’an, dan jujur ke diri sendiri soal dosa-dosa kecil yang sering disepelekan.
Bukan ribet, tapi konsisten. Bukan dramatis, tapi tulus. Kadang yang bikin berat bukan amalnya, tapi ego kita sendiri.
Kalau mau yang lebih spesifik, banyak ulama menyarankan untuk memperbanyak salawat di hari Jumat, apalagi di Jumat terakhir Rajab.
Bayangin aja, kamu lagi “ngetuk pintu Ramadan” dengan membawa hadiah berupa cinta kepada Nabi ﷺ. Selain itu, doa juga jadi amalan yang nggak boleh skip.
Doanya nggak harus puitis kayak penyair, cukup jujur: minta dikuatkan iman, minta dijauhkan dari maksiat, dan minta kesempatan hidup sampai Ramadan dalam keadaan sehat dan siap ibadah.
Yang serunya, amalan Jumat terakhir bulan Rajab juga bisa banget dibikin relevan buat Gen Z. Misalnya, kamu bisa mulai detox digital: kurangin drama medsos, unfollow akun toxic, dan ganti dengan konten yang bikin hati adem.
Atau bikin “ritual kecil” seperti salat duha sebelum kerja/kuliah, ngasih sedekah receh tapi rutin, atau sekadar nelfon orang tua buat minta doa. Amal nggak harus megah — yang penting nyata dan konsisten.
Intinya, Jumat terakhir Rajab itu bukan soal takut ketinggalan ritual, tapi soal memanfaatkan momentum spiritual.
Kalau kamu masuk Ramadan dengan hati yang lebih bersih, kebiasaan yang lebih rapi, dan niat yang lebih lurus — itu sudah menang banget.
Jadi, jangan overthinking, jalanin aja pelan-pelan tapi serius. Rajab boleh hampir selesai, tapi perjalananmu ke versi terbaik dirimu baru saja dimulai. #Islami