Masa Nge-Band Selalu Terasa Lebih Indah Setelah Kita Berhenti
Masa nge-band memang sering terasa biasa aja saat sedang dijalani, padahal justru di situlah banyak kenangan paling berasa hidup. Waktu dulu harus angkat-angkat gitar, bawa stik drum, nongkrong di studio yang AC-nya kadang dingin kadang mati, debat soal lagu yang harus dimulai dari intro atau langsung masuk reff, semua itu rasanya capek, ribet, bahkan kadang bikin pengin pulang lebih cepat. Tapi, begitu semua itu berhenti, justru semuanya terasa indah. Suara distorsi yang dulu dianggap berisik, tawa receh di sela latihan, aroma ruang studio, suara drum yang terlalu keras, sampai momen nunggu giliran manggung sambil deg-degan di belakang panggung, semuanya berubah jadi hal-hal yang tiba-tiba sangat mahal di ingatan. Kita baru sadar kalau masa itu bukan cuma soal musik, tapi soal kebersamaan yang sulit diulang. Ada rasa punya keluarga kedua di antara orang-orang yang mungkin sering beda pendapat, sering saling sindir, sering bikin emosi, tapi tetap satu suara saat ...