Postingan

Misteri Moksanya Ijazah Jokowi

Isu ijazah Jokowi awalnya kelihatan receh. Serius. Harusnya kan cuma urusan dokumen. ada, nggak ada, tunjukin! Selesai.  Tapi karena ini di Indonesia, hal sesederhana itu bisa berubah jadi cerita panjang berlapis-lapis kayak kue lapis.  Begitu ijazah dibahas terlalu sering, statusnya naik kelas. Dari dokumen akademik berubah jadi objek metafisik. Dari kertas jadi pusaka. Dari arsip jadi legenda.  Saya mulai ngerasa ada yang nggak biasa. Bukan karena datanya, tapi karena suasananya. Kok rasanya kayak lagi ngebahas sesuatu yang lebih besar dari sekadar universitas dan gelar.  Di titik ini, istilah moksa nongol dengan santainya di kepala saya. Lalu muncullah pembanding, yakni, Prabu Siliwangi.  Dalam cerita rakyat, beliau itu master ngilang elegan. Nggak mati, nggak kabur, tapi menyatu dengan alam.  Jadi kalau tokoh sebesar itu bisa moksa, logika saya sederhana, masa sih selembar ijazah nggak bisa?  Di sini logika modern udah nyerah. Yang jalan logika le...

Cara Inspect Element di Chrome "Panduan Lengkap dan Mudah Dipahami untuk Pemula"

Kalau kamu sering browsing lalu tiba-tiba kepo, “Ini tulisan kok bisa kayak gini?”, atau “Gimana sih cara lihat kode website yang ada di seluruh dunia?”, nah di situlah Inspect Element di Chrome jadi senjata rahasia. Fitur ini ibarat “kacamata rontgen” buat website.  Dengan inspect element, kamu bisa ngintip isi dapur sebuah halaman web: mulai dari HTML, CSS, sampai JavaScript—semua kebuka lebar. Tenang, ini bukan hacking, ini fitur resmi dari Chrome dan aman dipakai buat belajar.  Buat pemula, istilah “inspect element” emang kedengarannya agak nerd dan intimidating. Tapi aslinya? Gampang banget.  Bahkan kalau kamu cuma menteri kehutanan, menteri keuangan, menteri pendidikan, menkomdigi, pelajar, mahasiswa, atau dukun yang sekadar pengin ngerti kenapa tombol di website warnanya aneh, fitur ini bisa jadi best friend baru kamu.  Banyak blogger pakai inspect element buat cek struktur artikel, heading, atau sekadar nyontek style font (buat inspirasi ya, bukan copas ment...

Waspada Gelombang Super Flu Ganas yang Bikin Badan Tumbang Massal

Akhir-akhir ini, istilah super flu makin sering nongol di obrolan warung kopi, grup WhatsApp warteg, sampai timeline media sosial.  Sedikit-sedikit orang ngeluh: badan remuk, kepala berat, tenggorokan kayak disayat, hidung mampet tapi sekaligus meler, plus bonus demam yang naik-turun nggak jelas.  Flu biasa? Katanya sih bukan. Orang-orang nyebutnya: super flu. Entah itu istilah medis atau istilah rakyat, yang jelas efeknya nyata—dan bikin banyak orang tumbang barengan.  Yang bikin super flu ini kerasa “beda” adalah durasinya. Kalau flu biasa biasanya 2–3 hari sudah mulai mendingan, super flu ini bisa nongkrong seminggu lebih di badan.  Baru merasa enakan dikit, eh besoknya drop lagi. Badan lemes kayak abis diperas, kerjaan keteteran, mood anjlok, dan produktivitas ambyar. Buat yang hidupnya dikejar deadline atau kerja harian, ini jelas bukan flu receh. Secara kasat mata, super flu kelihatan kayak kombinasi flu, batuk, pilek, dan capek mental jadi satu paket hemat. A...

How to Choose the Best Car Insurance for Maximum Value

Choosing car insurance can feel a lot like scrolling through an online store at 2 a.m.—tons of options, everything looks important, and somehow you’re still not sure what you actually need.  A lot of people fall into the trap of thinking the “best” car insurance simply means the cheapest one. But cheap insurance that fails you when something goes wrong is basically useless.  Real value in car insurance isn’t about paying the lowest premium possible; it’s about what you get in return for the money you spend. Value always beats price.  The first step, and one that many people skip, is understanding your own situation before comparing policies.  Are you driving every day in heavy traffic, or is your car mostly a weekend ride? Is your vehicle brand new, or is it old enough that a few scratches don’t really hurt anymore? These details matter more than most people realize.  If you own a newer or more expensive car, comprehensive coverage usually makes sense, even if t...

Best Life Insurance Plans for Young Families in 2026

Starting a family in 2026 hits different. Life feels fuller, louder, more expensive, and somehow more fragile at the same time.  Between diapers, daycare, rent or mortgage, groceries that magically double in price, and that constant low-key anxiety about “what if something happens,” life insurance stops being a boring adult thing and starts feeling like a non-negotiable safety net.  The good news? Life insurance for young families has never been more flexible, more affordable, or more human than it is right now.  For most young families, term life insurance is still the MVP in 2026. It’s simple, straightforward, and budget-friendly.  You pay a fixed monthly premium for a set period—usually 20 or 30 years—and if something happens to you during that time, your family gets a payout that can cover daily living costs, childcare, school fees, and the mortgage.  No drama, no confusing investment jargon. The reason term life keeps winning is because it matches real life...

Cerpen Hari Ini 6 Tahun yang Lalu

Sore hari itu sebenarnya punya vibe sendiri yang nggak bisa digantiin sama jam lain. Apalagi kalau langit lagi mendung pekat, awan hitam menggantung rendah, dan tiba-tiba hujan turun pelan-pelan kayak ketukan lembut di atap rumah.  Suasananya langsung berubah: udara jadi lebih dingin, bau tanah basah menyeruak, dan perasaan otomatis jadi lebih tenang, lebih adem, tapi nyaman.  Di momen kayak gitu, duduk santai di teras atau dekat jendela sambil menikmati sebatang rokok dan secangkir kopi panas rasanya bukan sekadar aktivitas biasa—tapi semacam ritual pribadi buat jeda dari hiruk-pikuk kehidupan.  Kopi yang masih mengepul di cangkir enamel sederhana itu pelan-pelan diseruput, pahitnya nempel di lidah tapi hangatnya menyebar ke seluruh badan.  Asap rokok melayang tipis, berputar di udara, bercampur sama aroma hujan yang khas banget. Setiap hisapan rokok kayak ngiringin detik-detik sore yang bergerak lambat.  Bukan buru-buru, bukan ngejar apa-apa—cuma sore, kopi, r...

Sejarah Awal Kerajaan Sumedang Larang dari Tembong Agung

Kalau ngomongin sejarah Tatar Pasundan, Kerajaan Sumedang Larang itu bukan cerita kecil. Kerajaan ini bisa dibilang sebagai lanjutan napas dari Kerajaan Sunda Pajajaran, sekaligus jadi saksi perubahan besar di Jawa Barat—mulai dari politik, kekuasaan, sampai pergeseran agama dan kepercayaan. Berdasarkan catatan sejarah, cikal bakal Sumedang Larang sudah ada sejak abad ke-8 atau ke-9 Masehi, diawali dari berdirinya Kerajaan Tembong Agung. Kerajaan ini didirikan sekitar tahun 900 Masehi oleh Prabu Guru Adji Putih.  Lokasinya ada di wilayah yang sekarang dikenal sebagai Kampung Muara, Desa Leuwi Hideung, Kecamatan Darmaraja, di tepi Sungai Cimanuk.  Prabu Guru Adji Putih bukan orang sembarangan. Ia adalah putra dari Aria Bimaraksa (Resi Agung), seorang tokoh spiritual yang sebelumnya mendirikan padepokan bernama Bagala Asih Panyipuhan di daerah Cipeueut.  Dari sinilah fondasi kekuasaan Tembong Agung mulai dibangun—perpaduan antara kekuatan politik dan spiritual. Secara garis...